Ass, wr, wb, maaf ini postingannya agak ngaco...
Disini saya hanya akan melontarkan beberapa pertanyaan saya yang masih terpendam, yang mau jawab/komen silahkan, monggo...
1. Kalo kata Pak DD (inisial, maaf gak brani sebut nama) yang kemaren tgl 7 Maret 2014 memberikan sedikit nasehat ttg cta* katanya seorang Muslimah yang sholihah itu harus menjadi cincin berlian yang disimpat dalam kotak kaca di dalam toko. Tunggu sampai ada yang mencari dan akhirnya dimiliki...
Pertanyaannya: Kalo gak ada yang nyari gimana, pak?
Toh kita bukanlah cincin berlian yang tidak akan kandas ditelan jaman. Kita adalah manusia biasa yang semakin lama semakin tua, dan akhirnya, yah, if u know what I mean... So, how sir?
Guru saya yang gaul dan masih muda ni istilahnya pernah bilang gini, tapi ya saya diem aja juga sih, gak bisa komen juga._. Bilang, "Cinta dan jodoh tu gak mungkin ketemu kalo gak dicari... Seseorang yang kita inginkan kalo gak dikejar juga gak bakalan dapet..."
Komenku disini : Ya, mkn kl buat cowok itu bisa sih gitu, lha kalo cewek, bro? .-.
Ya, sebagai seorang cewek Muslimah sekaligus anak dibawah umur disini, saya masih sangat bingung dan random tentang semua itu... Walaupun mungkin, mungkin lho, MUNGKIN, saya pernah merasakan cinta dan MUNGKIN juga pernah sakit hati gara2 hal itu, ya, syudahlah lupakan saja~ :P
dan sebagai seorang pelajar yang More Than Just Student disini tugas pokok saya adalah belajar dan ngevent, cari duit dengan berprestasi, dah gitu dulu, gausah mikir masalah yang diatas itu, cukup.
Wasalam... :))
Sabtu, 08 Maret 2014
Sabtu, 28 Desember 2013
Postingan ala Bang Dika :P
*SMP*
Maaf ya, saya selingin dulu
postingan ala Raditya Dika dulu karena saya mau memuntahkan :P isi pikiran saya
yang udah mau meledak ini, buaakakakk (?) cekidot! ^^
Kemarin
malem, saya seperti biasa, anak gak ada kerjaan sehabis UNAS. Palingan juga
“Cuma” ngejar uang ikut perang terakhir (?) dan itu pun sudah beberapa minggu
yang lalu “,” Saya melototin
Kompas TV (promosi2 :P) ditemenin adek saya yang lagi bikin cerita di meja
belajar. Saya nggak cukup tau acara apa yang saya tonton, tapi itu acara
judulnya “How Earth Made Us” kalo gak salah inget.
Dari
acara yang model begituan, kan ada tu pengisi suara yang ngomong2 pakek bahasa
Indonesia (yaiyalah, masak bahasa binatang :P) bilang gini, “Dan sekarang
manusia yang termasuk salah satu spesies di bumi ini akan menjadi kekuatan
geologis yang akan menyaingi kekuatan bumi” (kayaknya sih gitu, kalo gk salah
inget soalnya kalimatnya panjang -__-) Dari situlah saya terinspirasi untuk
memposting postingan ini.
Waktu
itu saya cuma nonton sekitar 30 menit terakhir dari acara itu. Dari acara itu
saya lihat itu di pegunungan mana saya lupa, tapi itu dibangun kayak banker
bawah tanah yang “Katanya” anti ledakan gunung berapi. Sayangnya itu bukan
untuk manusia, tapi untuk bibit tumbuhan pangan dari seluruh dunia. Banker itu
dibangun untuk menyimpan sekitar jutaan spesies tumbuhan pangan untuk masa
depan anak cucu, katanya. Kalau2 spesies tumbuhan itu sudah benar2 punah di
muka bumi ini, kita masih punya cadangan bibit dari banker itu. Bagus juga sih
yee… ^^
Masalahnya
di sini adalah itu, emm, menurut pendapat saya, itu banker katanya anti ledakan
gunung berapi, tapi kalau dibandingkan kekuatan Tuhan yang Maha Dahsyat, siapa
yang tau? Terkadang manusia itu sangat yakin bahkan sudah dicek dan diriset
berulang kali, tapi jika Tuhan berkata lain, apa yang bisa kita lakukan?
Ya,
bukannya saya bermaksud mengatakan bahwa manusia itu terkadang 50m80n9 (Alay
:P) terhadap kelebihan yang ia miliki dan terkadang ia lupa, bahwa masih ada
langit di atas langit, bahwa hilang cahaya dalam kilat (eh, bener gk sih?). Di
sini saya hanya mengingatkan bahwa orang yang merasa sudah unggul dalam
bidangnya, apapun itu, jangan sombong lah, misal: Ganteng/Cantik, Kaya (Kaya
apa? Monyet :P) -> Maksud saya kaya uang bahasa lainnya “Sugih duwit” :P
atau yang merasa paling pinter. Ini kalau udah kena: 1. Orang ganteng/cantik
kalo udah meninggal, terus dikubur emangnya bisa dibedain mana yang cantik mana
yang ganteng? Semuanya juga “Cuma” jadi tulang kan? 2. Orang yang “Sugih duwit”
kalo dalam kayakinan saya (Islam) harta itu gak akan dibawa mati selain 3 hal,
yaitu amal selama di dunia, anak2 yang soleh/solehah, dan amal jariyah (harta
benda yang bermanfaat bagi orang lain dan masih tetap bermanfaat bagi orang
lain jika orang yang memilikinya sudah meninggal). Terus harta yang disimpen dan
ditimbun di dunia ini apa gunanya dong kalo gak dimanfaatkan? Dimanfaatkannya
kalo orang yang meninggal tidak rela, ya sama aja kalee -___- Kalo orang ada
sih kepercayaan lain, kalo harta itu bakalan dipendam bersama jasad orang yang
punya harta tersebut sebagai kekayaannya di alam baka nanti. Tapi terserah juga
sih… Itu masalah kepercayaan, so it’s very sensitive :O
Dan
kalo orang yang merasa paling pinter, saya pernah dikasih tau sama guru agama
saya kalau ilmu manusia itu hanya gak ada seujung kuku pun Ilmunya Tuhan. Nah
lo! Gak bisa dibayangin Tuhan itu pinternya kayak apa… yang pasti gak ada yang
bisa menandingi-Nya.
Eh,
kok saya jadi sok ceramah gini sih, buset :O
Gak
tau kenapa ya, tapi saya beberapa bulan ini “menemukan” (Mah ngopo -__-) ada
orang yang saya rasa cukup pinter pinter pinteeer banget wow getooh, :P tapi
dia orangnya gak sombong dan kayaknya dia baik sama semua orang, walaupun bukan
berasal dari SMP dan kota yang sama kayak saya sih… Hehehe, ada yang merasa?
._. Oke selesai, dadah… Thx 4 read! :D -…-
Rabu, 18 Desember 2013
#SharePicture
![]() |
| Pengen punya ikan lagi ._. |
![]() |
| InsyaAllah... |
![]() |
| *hasil searching* |
![]() |
| *hasil printscreen* |
![]() |
| #details |
![]() |
| Pagernya panjang banget (nggumun) |
![]() |
| Dapet dari Science Magazine |
![]() |
| *Wish someone gives me that flow~* --> mblo2-__- |
![]() |
| Pengen liat aslinya :D |
![]() | |||
| Gambaranku saat selo bgt |
Karena Makna Daun Clover Bukan Hanya Selembar Daun
Pada suatu hari hiduplah makhluk
hidup bernama X yang tadinya tak mengenal apa itu arti dari selembar daun
clover. Kemudian waktu membuatnya mengerti apa itu daun clover. Arti sebuah
daun clover tidak hanya bisa dikatakan dengan mulut. Arti sebuah daun clover
adalah perjuangan yang tak lain adalah sebuah pengorbanan. Jika sudah
mengatakannya kita harus membuktikannya.
Daun clover tidak hanya terjadi
antar sesama saja. Tetapi ada daun clover raksasa, yang telah melindungi semua
makhluk hidup di bumi ini. Tugas semua makhluk hidup adalah bagaimana mereka
dapat mempertahankan dan memperluas lagi daun clover raksasa ini. Masalahnya
adalah, tiap makhluk hidup mempunyai daun clover dengan warna berbeda.
Bagaimanakah mereka mengetahui apa warna daun clover raksasa itu? Dan
membesarkannya lagi? Sedangkan mereka tidak pernah mengetahui dimana dan wujud
nyata dari daun clover raksasa itu. Daun clover raksasa itu hanya dapat
dirasakan dan dirasionalkan dengan turunnya berbagai keajaiban yang terjadi.
Setiap makhluk hidup dapat
mentafsirkan berbagai keajaiban tersebut dengan akal dan perasaan mereka.
Namun, pasti semua itu menimbulkan differensiasi silang antar makhuk hidup. Dan
pasti akan menimbulkan gelas pecah.
Makhluk hidup X mempunyai daun
clover berwarna coklat tua. Sedangkan makhluk hidup Y mempunyai daun clover
berwarna merah terang. Mereka berusaha mempertahankan daun clover raksasa,
dengan daun clover yang telah mereka punya. Tetapi, bagaimanakah mereka bisa
bersatu jika daun cover mereka saja berbeda? Tidak ada ilmu fisika, biologi,
maupun kimia yang dapat menyatukan daun clover mereka untuk memperbesar daun
clover raksasa tersebut. Tetapi daun clover si makhluk hidup X semakin
berkembang mengagumi makhluk hidup Y. Begitupula dengan makhluk hidup Y.
Namun, kedua makhluk hidup
tersebut berusaha tetap mempertahankan clover raksasa. Makhluk hidup Y,
dengansegala kebaikan dan kerendahan hatinya, meminta makhluk hidup X untuk
beralih mata kepada makhluk hidup yang mempunyai warna yang sama dengannya.
Tapi bagaimana bisa? Sedangkan kekaguman itu muncul tanpa ia sadari, dan
mungkin tidak bisa dirubah begitu saja. Makhluk hidup Y juga merasakan hal yang
sama, namun bagaimana pula ia dapat melepaskan semua mata ikan itu?
Apakah hanya dengan cara pindah
ke lain planet, kedua makhluk hidup itu dapat saling melepaskan mata-mata ikan
itu? Mungkinkah dengan menghentikan semua bunyi di planet merah mengapung ini? Atau
malah merobek daun clover mereka dan meninggalkan misi memperbesar daun clover
raksasa yang sama sekali belum pernah mereka lihat? Semua ini hanya bisa
dijawab dengan menunggu pasir yang turun dari kedua tabung yang bersatu dan
memiliki celah kecil ditengahnya. Menunggu jalannya bayangan yang semakin lama
semakin berubah kedudukannya.
-Karena
makna daun clover bukan hanya sebuah daun-
Semua
ini kupersembahkan kepada misi^daun clover raksasaku
Kamis, 12 Desember 2013
SMA’s Coming! (?)
*maaf ini postingan yg belum sempat tak posting, dan baru kuposting sekarang...* Cekidot
Halo
para stalker dan bloger walker, apalah, terserah-___- Tapi sekarang aku sudah
merasa bahwa sekolah yang tadinya tidak aku inginkan, ya itulah sekolahku. Aku
berusaha untuk mencintainya sepenuh hati ~iki malah ngopo._. Ya, tapi tadinya
aku tu yang kayak gak bersyukur banget tu lho sekolah disitu... Sumpah itu
kesalahan yang super ayan. Tapi berkat berbagai aktifitas yang rutin banget
diadakan sama SMA ku yang satu ini, membuatku semakin betah dan tertantang
untuk tetap semangat dan menjalani kehidupan di dalam SMAku ini. Aku sekarang
kalo nginget2 masa aku yang gak, gak mau buanget masuk sana gara2 cinta buta
sama SMA di Magelang, I feel so stupid._. Ternyata di SMAku ini tu emang yang
ya mistis, misterius, dan dengan ratusan anak2 yang super dan dengan ratusan
karakter yang kuat dan berbeda, dan itu menurutku sangat amazing... ._. Cius
deh.
Kalo
mau dibahas satu satu ini gak akan ada habisnya. Misalnya aja aku gak jadi di
SMA ini tu ya, aku gak bakalan bisa punya pengalaman nyekip jam pelajaran._.
Padahal ni ya, di SMP jujur, aku orangnya sangat taat apalagi dalam hal
pelajaran. Aku selalu mengutamakan nilai diatas kepentingan segalanya (Alay)
tapi beneran kok. Di SMA ini aku gak bisa, gak bisa hanya terpaku dalam hal
akademis. Mau jadi apaan kalo cumaa akademis doang? Disini kita dilatih
untuk kerja, ya kerjasama, kerja jualan, sampek kerja yang istilahnya kayak
sales._. Ya maaf sih aku orangnya emang ceplas ceplos, kadang2 bikin orang
kesindir dll._. Tapi aku berani ngakuin kalo itu semua bagus dan itu semua
halal, lal, asalkan kita bener dan teguh saat nglakuinnya.
Ngomong2 para pembaca udah bisa
menebak kah aku sekolah dimana? Kalo belum tak tambahin lagi. Jadi SMAku ini
sering banget ngadain event2 besar kayak lomba, Funbike, teater, karnaval,
event Internal sampek Donor darah. Aku baru sekolah disini sekitar 5 bulan aja
ni ya, udah ada lebih dari 5 event yang lumayan, yang udah diselenggarakan.
Gila... GImana 3 tahun. Dan untuk event ini, kami gak pernah maen2 bikinnya.
Dan aku selalu inget YNWA setiap kali aku jadi panitia ngevent :’)
Kalo aja, aku gak sekolah disini,
aku gak bakal bisa ketemu alien, ketemu kakakku yang sekarang udah berubah,
ketemu temen2 Djipad, SKI, PJRC aaaa, semuanya pokoknya deh, I lop u all :P :D
Disini ada 1000 macam arus, ya arus
belajar sampai pertemanan. Terserah kita mau ngambil arus yang mana. Tapi
intinya kita disini 1 keluarga yang akan selalu bekeerja bareng2 untuk
Padmanaba. Padmanaba itu butuh pengorbanan. Gak Cuma maen2 dan aku tau itu...
Next, aku mulai gak tau apa yang mau tak omongin lagi karena ini udah jam 11
malem. Dadah the readers, maaf ya kalo nggantung._. Hihihi :B
James Clerk Maxwell
James
Clerk Maxwell adalah fisikawan Skotlandia. Ia lahir di Edinburgh, 13 Juni 1831.
Ia yang pertama kali menulis hokum Magnetisme dan kelistrikan dalam rumus
matematis.
Pada tahun 1864, dalam percobaannya ia membuktikan bahwa gelombang
elektromagnetik merupakan gabungan dari osilasi medan listrik dan magnetik.
Cahaya, menurut Maxwell, yang ia dapati dalam penelitian
tersebut adalah salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Dalam bentuk ilmu
lainyang masih berkaitan dengan fisika, ia juga membuka pemahaman tentang gerak
gas. Ia menunjukkan bahwa laju molekul-molekul di dalam gas bergantung pada
suhunya masing-masing. Maxwell meninggal di Cambridge, 5 November 1879
(Embis/dari berbagai
sumber ditulis ulang oleh Pratita Anindita)
Some Words, not M words-___-
Oke ya guys, aku tu selalu bikin
judulnya pake b.ingg tapi isinya pake b.indo, yeah... Bsk ja kalo aku dah
expert b.ingg baru deh aku nulis pake b.ingg, hehe, takut malu2in ntar ><
next...
Yeah, aku mau curcol aja. Bener kata temenku,
Fara. Buat apa punya blog kalo bukan buat sharing, buat curcol. Langsung capcus
aja deh._.
Jadi to, *mahngopo sekarang aku dah
SMA, di SMA 3. Dan aku merasakan iklim dan suasana yang beda 180derajat dari
aku SD maupun SMP. Why? Karena disini tu kita dituntut buat belajar ngevent
selain belajar akademis. Yeah... Tau sendiri gregetnya kayak apa._. Dan aku
piker, itu adalah konsekuensi kita sekolah di SMA 3. Istilahnya ngapain kita
sekolah di SMA 3 kalo gak ngevent sama sekali? Mbok mendingan pindah ke...
*lupakan! Ya, tapi ngevent tu juga ada batasannya. Kan kita disini buat belajar
ngevent to sis? Bukan bener2 bikin event, yeah, bener2 bikin event, pahami
kalimat itu bener2, diresapi... Kalo emang bener2 mau bikin event, yang
beneran, yang beneran (diresapi ya sis, bro) ngapain gak sekalian kerja aja
jadi EO? Kan malah dapet uang? Ya gak?
Sebenernya sih pilihan ngevent dan
gak ngevent sih sebenernya ada di tangan tiap individu dan gimana cara pandang
kita terhadap semua itu sih... Itu menurut opiniku... Menurut yang lain mesti
beda2 juga... ._. Tapi, ada sebagian anak yang gak ngevent gara2 gak keterima
pas di wawancara, duh, kalo itu beda lagi ceritanya._. I can’t explain it,
sorry.
Tapi ada lagi yang gak ngevent
gara2 emang gak mau tau, gak mau peduli, dan gak mau keluar uang,bensin, tenaga
pikiran, keringat, dsb dsb itu juga lain lagi ceritanya sih._. Aku gak tau kalo
itu apa yang ada di pikiran orang tersebut, yeah...
Jadi intinya, hidup ini adalah
pilihan~ Btw Kakak kls ku SMP ada yang dari SMP nulisin quotes itu di
profilenya dia di manapun. Namanya mbak Sabrina DGP, sekarang kelas 3 SMA di
Delayota. Dan waktu SMP aku masih belum bisa memahami apa arti quotes itu
secara konkrit, yeah... Dan sekarang udah bisa -.-
Aku merasa kehidupanku, *ealah berjalan
begitu cepat seiring berjalannya waktu *yaiyalah! Mulai dari aku SD yang
Subhanallah bgt, aku anak rumahan yang kerjaannya belajar terus, kalo gak ya
main computer di rumah *alias ngegames kalo gak ya boci, *Sumpah selo bgt,
lanjut ke kehidupan SMP yang aku masih jadi anak rumahan dan manutan. Yeah,
kelas 7 aku di bully temen2 ku sekelas, mboh rareti ngopo, dan saat UTS pertama
kalinya aku berhasil ranking 3 paralel di SMPku dan akhirnya gak di bully lagi,
sumpah temenku tu temen apa bukan-...- Aseng banget._. Dan pas SMP itu adalah
menurutku sekarang adalah saat2 paling Unforgettable bangeeet :’)) Sumpah demi
Allah! SMP tu saat pertama aku cari pengalaman akademik, cari uang sendiri
karena hasil belajar yang mati2an, dan aku ngaku aku *yeah lupakan lah, masalah
hati._. gak penting* dan masalah hati itu buat pelajaran buat aku biar gak
maen2 sama hati *Lhoh?* Lupakan~ dan gara2 itu, sampek sekarang aku gak bisa
naksir orang lagi._. dah tutup-.-(?)
Sekarang masa SMA ini aku merasa
ada revolusi dan rotasi dalam otak dan diriku.-. semuanya berubah... Aku yang
dari orangnya pendiem bgt dulu, sekarang jadi crewet banget kalo lagi jualan
tiket, USDA lah. Dulu yang sangat taat sama guru, pelajaran apa lagi, mesti
kejar terus, mati2an, sekarang... nyekipan terus, guru jam kosong kesempatan
ngantin *eh, duer... belum Nilai matematika aja gak lulus KKM, pie perasaanmu? L Aku gak tau itu perubahan positif apa
negative.-. dan yang jelas sekarang itu banyak banget ngeluarin uang buat
event, yeah...
Dan sebenernya btw, aku nulis ini
karena aku lagi bokek dan nilai mtkku gak lulus KKM à njut opo hubungane -...- Sekian, maaf random
error._.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)







.jpg)

